Sunday, 3 June 2012

MENCARI BUKTI KEBERADAAN ALLAH.


Oleh : Muhammad Supriadi Al Indunisiy


            Teringat pernah membaca sebuah kisah tentang seseorang yang sedang mencari bukti tentang keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan dia mencari seorang yang alim agar menjawab pertanyaan yang sulit dijawab oleh kebanyakan orang tersebut. Setelah menemukan dia pun mulai melemparkan pertanyaannya.
Fulan          : Engkau adalah seorang yang alim yang menghabiskan usiamu untuk  mencari ilmu dan mencari kebenaran. Bisakah engkau menjawab hanya satu pertanyaan saja dariku ??
Ulama’       : Insyaallah aku akan menjawabnya selagi aku bisa, dan jika aku tidak mengetahuinya maka akan aku katakan tidak tahu.
Fulan          : Aku belum pernah melihat Allah, apa bukti bahwa Allah itu ada ?? dan apa buktinya Allah yang mengatur segala urusan kita ??
Ulama’       : (dengan nada membentak) Wahai pemuda apakah engkau tidak punya otak sehingga melontarkan pertanyaan semacam itu kepadaku ??
Fulan          : (dengan nada marah dan juga terpancing emosi) Wahai orang tua bukankah kau adalah orang yang punya ilmu, mengapa untuk mejawab satu pertanyaan dariku saja kau tidak bisa. Dan kau adalah orang tua yang sudah lama hidup didunia apakah kau tidak punya mata dan akal untuk membedakan orang yang mempunyai otak dan tidak ?? tentu saja aku dapat berbicara dan datang kepadamu lalu memberimu satu pertanyaan karena aku mempunyai otak yang aku gunakan setiap harinya. Kau tidak bisa menjawab pertanyaanku lalu menghinaku seperti itu.
Ulama’       : (dengan senyum dan wajah kembali ceria) Wahai pemuda aku belum mengatakan kepadamu bahwa aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Sesungguhnya aku tadi membentakmu hanya untuk mengetahui jawabanmu mengenai apakah engkau mempunyai otak ? dan engkau mengatakan bahwa engkau punya. Sekarang aku akan kembali bertanya kepadamu.
                        Apakah engkau pernah melihat otakmu ?? jika kau belum pernah melihat otakmu lantas apa buktinya bahwa engkau mempunyai otak ?? tentu saja kau akan menjawab bahwasannya aku dapat bergerak, berbicara, berfikir, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya itu merupakan bukti bahwa aku mempunyai otak.
                        Nha, begitu juga dengan apa yang kau tanyakan kepadaku tadi, yaitu ”apa bukti bahwa Allah itu ada, sedangkan engkau tidak pernah melihatnya ?? dan apa bukti bahwa Allah yang mengatur segala urusan kita ??”. maka aku akan menjawab ”kau tidak bisa melihat otakmu meskipun kau memilikinya, begitu juga kita tidak bisa melihat Allah saat ini, karena kita adalah makhluk yang serba terbatas segala sesuatunya, dan Allah bisa kita lihat nanti ketika kita berada disurga bukan di dunia ini. Sedangkan bukti bahwa engkau mempunyai otak adalah kau dapat berfikir, bergerak, berjalan dan yang lainnya. Maka begitu juga dengan Allah, tidak mungkin semua tatanan alam yang serba teratur ini, serba indah ini, dan begitu rumit tatanannya  bergerak dengan sendirinya tanpa ada Yang Mengatur, dan tidak mungkin pula ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan, tentu saja Ini merupakan bukti bahwa Allahlah yang mengatur segala sesuatunya. Dan Allah lah yang mengatur hamba-hambaNya”
Fulan          : &@$*_?..:”^]{)!;’......

Wallahu Ta’ala A’lam...




Surabaya, 5 Rajab 1433 H.. Pukul 23.29 WIB
Tukang bangunan, cari ilmu, dunia akherat.
[_[ MAKTABAH MUDAKU ]_]


Sumber : Saya lupa pernah membacanya dimana, yang penting adalah pelajaran yang dapat kita ambil didalamnya, dan wallahu a’lam kurang lebih inti dari kisahnya seperti ini, dan dialog yang terjadi berdasarkan karangan saya,,

No comments:

Post a Comment